
Sudah menjadi tanggungjawab orang tua untuk mengasuh, mendidik dan membesarkan anaknya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Itulah sebabnya banyak orang tua tidak rela jika anaknya disakiti atau menjadi korban kekerasan. Dengan demikian, kasih sayang dari orang tua wajib didapatkan oleh setiap anak.
Namun disayangkan, hal tersebut tidak didapatkan seorang anak perempuan berusia 6 tahun berinisial SA.
Malah sebaliknya, Ia justru menjadi korban penganiayaan yang dilakukan ibu kandungnya sendiri, berupa pukulan dan tendangan, bahkan hingga pingsan.
Sungguh sebuah ironi.
Sebagaimana informasi dihimpun dari pekanbaru.tribunnews.com, seorang anak warga Desa Hutaimbaru, Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) ini mulai mengalami penyiksaan oleh ibu kandungnya sendiri bernama Yusma Delima pada 7 Januari 2018 lalu.
Awalnya terungkap kasus ini, ketika SA dititip ke tetangga, bocah ini mengeluhkan kekerasan yang dialaminya.
Tak lama berselang, ibunda SA datang menjemput. Bukannya ikut pulang, SA justru ketakutan dan menolak pulang.
Alih-alih dibujuk agar pulang, ibunya Yusma (42) justru menghajar SA di hadapan tetangganya hingga pingsan.
Melihat anaknya pingsan, Yusma kaget dan panik, kemudian meminta bantuan pada tetangganya yang kebetulan berada di depannya untuk membantunya membawa SA ke rumah sakit.
Karena emosi melihat tindakan Yusma, tetangga pun menolak membantu untuk membawa SA ke rumah sakit.
Akhirnya Yusma membawa anaknya ke rumah bosnya yang tak jauh dari rumahnya bernama Aldar.
Yusma selanjutnya diterima istri Aldar, dan melihat kondisi SA, istri Aldar pun kaget. Bagaimana tidak, kondisi SA telah terbujur lemah, lebam dan biru disekujur tubuhnya, dan terdapat pula bekas pukulan di kepalanya. Segera Ia langsung membawa korban dirujuk ke Puskesmas Halongonan selanjutnya dirawat di RSUD Aek Haruaya.
Pada 17 Januari 2018, korban SA telah dibawah RSUP Adam Malik, Medan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Informasi yang diperoleh dari tribunnews.com, begitu siuman, korban terus menangis dan merintih di atas kasur dengan selang pernapasan di hidungnya.
Jeritan keras terus keluar dari tubuh kecilnya yang terlihat penuh bekas lebam biru yang mulai membaik dan kepala yang dibalut dengan perban.
Terlihat nenek dan paman SA terus menenangkan korban yang kesakitan.
Nenek korban kerap kali mengelus wajah SA sembari mencoba menenangkan.
Paman korban mencoba mengipasi SA yang terlihat kepanasan di Ruang Rindu A IV Bedah Saraf RSUP Adam Malik.
Paman SA, Buchori Nasution mengatakan keponakannya terus menjerit dan menangis sepanjang hari semenjak dibawah ke Rumah Sakit.
“Alhamdulillah sudah ada kemajuan setelah dibawah kemari walaupun sedikit. Memang perlu waktu yang lama mengingat kekerasan yang dialami cukup mengerikan. Yang paling parah itu di bagian kepala, lihat ini masih bengkak” katanya, Jumat (19/1/2018).
Pria berkaus putih ini menerangkan SA sepanjang malam tidak pernah tidur dengan nyenyak. Korban terus gelisah dan sesekali mengingau “ibu-ibu”.
Buchori menjelaskan pihak tim dokter rumah sakit akan melakukan operasi di bagian kepala untuk pemulihan SA.
“Kami dengar akan dilakukan operasi dalam waktu dekat. Tapi belum kami putuskan. Kami berharap kondisi SA cepat pulih dan segera sembuh hanya itu harapan kami,” ucapnya dengan suara pelan.
Ia menambahkan, kepada Ibu Korban Yusma Delima diminta untuk ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.
Beberapa tetangga korban yang ditemui menuturkan, bahwa mereka kerap menyaksikan SA dianiaya oleh ibu kandungnya ini. Bukan cuma itu saja, diketahui pula bahwa SA kerap tidak diberi makan.
“Saya sering lihat sendiri SA diperlakukan tidak baik oleh ibunya, hampir setiap hari Ia dipukul, kadang dengan tangan, bahkan dengan kayu. SA juga terkadang datang meminta makan di rumah kami, sepertinya Ia kadang tidak diberi makan oleh ibunya ini”, ucap Hamun, salah satu tetangga Yusma.
Tetangga lain pun menuturkan bahwa tidak jarang SA selain dipukul, juga ditinggalkan di luar rumah oleh ibunya dan dikunci dari dalam.
“Dia (ibu SA) sering mengunci anaknya di luar kalau sedang marah, makanya saya liat anaknya menangis sendirian di teras tidak bisa masuk di dalam rumah”, ucap salah satu tetangga yang tidak mau disebutkan namanya ini.
Sumber Beritetangga, Sumber : https://viralkansaja.com